Preview Cetak Resmi: RPP • Al-Qur'an Hadis (Kelas 7)
📄 Unduh Word (.doc)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN CILACAP

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 CILACAP

NSM: 121133010004 • NPSN: 20363294 • Terakreditasi A (Unggul)

Jl. Raya Sampang No. 04, Cilacap, Jawa Tengah • Website: mtsn4cilacap.sch.id

Satuan Pendidikan : MTsN 4 Cilacap Tahun Pelajaran : 2026/2027
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadis Fase / Kelas : Fase D / Kelas 7
Guru Pengampu : Ust. H. Ahmad Fauzi, S.Pd.I (NIP. 19840315 201101 1 008)
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA (DEEP LEARNING)
Pendekatan Mindful, Meaningful, & Joyful Learning Sesuai KMA 1503 Tahun 2024

I. TUJUAN PEMBELAJARAN & PROFIL LULUSAN

  1. Konsep dasar keterampilan gerak dalam perspektif Islam (misal: gerakan wudhu, gerakan shalat): Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis keterampilan gerak dasar yang sesuai dengan tuntunan syariat, dengan menanamkan nilai cinta kepada diri sendiri dan sesama untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik. (Dimensi: Kesehatan)
  2. Strategi gerak dasar permainan bola kecil (misal: melempar, menangkap, memukul bola): Peserta didik mampu membuktikan strategi gerak dasar yang paling efektif dalam situasi permainan bola kecil sederhana, dengan menanamkan Cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama untuk membangun Kemandirian.
  3. Partisipasi dalam aktivitas jasmani sederhana (misal: jalan santai, peregangan ringan).: Peserta didik mampu berpartisipasi dalam aktivitas jasmani sederhana dengan penuh semangat, menumbuhkan cinta kepada diri sendiri dan sesama melalui gerakan yang menyenangkan, serta membangun dimensi kesehatan.
  4. Identifikasi risiko kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat (misalnya: pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, kurang tidur, merokok, penyalahgunaan zat).: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai risiko kesehatan yang timbul dari gaya hidup tidak sehat, dengan menanamkan cinta kepada diri sendiri dan sesama, sebagai landasan untuk membangun kesadaran kewargaan yang peduli kesehatan.
  5. Makna iman dan takwa dalam Al-Qur'an dan Hadis: Peserta didik mampu mengidentifikasi makna iman dan takwa berdasarkan pemahaman ayat Al-Qur'an dan hadis, dengan menanamkan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya untuk membangun Keimanan & Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Praktik keterampilan gerak dasar dalam aktivitas ibadah sehari-hari: Peserta didik mampu memperagakan berbagai jenis keterampilan gerak dasar yang sesuai dengan tuntunan syariat, dengan menanamkan nilai cinta kepada diri sendiri dan sesama untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik. (Dimensi: Kesehatan)
  7. Strategi gerak dasar permainan bola besar (misal: menendang, mengoper, menembak bola): Peserta didik mampu membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi permainan bola besar sederhana, dengan menanamkan Cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama untuk membangun Kemandirian.
  8. Reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani intensitas ringan (misal: peningkatan detak jantung, pernapasan).: Peserta didik mampu menjelaskan reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani dengan intensitas ringan, menghubungkannya dengan rasa syukur atas ciptaan Allah (cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya), serta menguatkan dimensi penalaran kritis.
  9. Perancangan tindakan pencegahan risiko kesehatan melalui aktivitas jasmani (misalnya: jenis olahraga yang sesuai, frekuensi, intensitas) berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan.: Peserta didik mampu merancang tindakan pencegahan risiko kesehatan melalui aktivitas jasmani yang direkomendasikan otoritas kesehatan, dengan menumbuhkan cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta membangun kemandirian dalam menjaga kesehatan.
  10. Pentingnya toleransi dalam Islam: Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pemahaman ayat Al-Qur'an dan hadis, dengan menumbuhkan cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama untuk membangun Kewargaan.
  11. Analisis sederhana transfer keterampilan gerak dalam aktivitas fisik: Peserta didik mampu mentransfer keterampilan gerak dasar yang telah dipelajari ke dalam situasi gerak yang berbeda, dengan menanamkan nilai cinta kepada ilmu untuk memahami prinsip-prinsip biomekanika sederhana dalam gerakan. (Dimensi: Penalaran Kritis)
  12. Modifikasi peraturan permainan tradisional (misal: engklek, gobak sodor, bentengan): Peserta didik mampu menginvestigasi modifikasi peraturan permainan tradisional yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif, dengan menanamkan Cinta kepada Sesama untuk membangun Kewargaan.
  13. Reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani intensitas sedang (misal: rasa hangat, sedikit berkeringat).: Peserta didik mampu menjelaskan reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani dengan intensitas sedang, mengaitkannya dengan pentingnya menjaga amanah tubuh (cinta kepada diri sendiri dan sesama), serta mengembangkan dimensi kesehatan.
  14. Analisis kandungan gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral) pada berbagai jenis makanan dan perancangan pola makan sehat berdasarkan kebutuhan aktivitas jasmani.: Peserta didik mampu menganalisis kandungan gizi dalam makanan dan merancang pola makan sehat sesuai kebutuhan aktivitas jasmani, dengan menanamkan cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta membangun penalaran kritis terhadap pilihan makanan.
  15. Cinta tanah air dalam Islam: Peserta didik mampu menganalisis pentingnya cinta tanah air dalam perspektif Al-Qur'an dan hadis, dengan menginternalisasi cinta kepada Tanah Air untuk membangun Kewargaan.
  16. Aplikasi keterampilan gerak dalam berbagai konteks kehidupan: Peserta didik mampu menganalisis berbagai situasi gerak dalam kehidupan sehari-hari yang membutuhkan keterampilan gerak tertentu, dengan menanamkan nilai cinta kepada ilmu untuk pemahaman yang lebih mendalam. (Dimensi: Penalaran Kritis)
  17. Modifikasi peraturan olahraga modern (misal: sepak bola, basket, voli): Peserta didik mampu menginvestigasi modifikasi peraturan permainan olahraga modern yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif, dengan menanamkan Cinta kepada Sesama untuk membangun Kewargaan.
  18. Reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani intensitas tinggi (misal: banyak berkeringat, napas terengah-engah).: Peserta didik mampu menjelaskan reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani dengan intensitas tinggi, memahaminya sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur (cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya), serta membangun dimensi penalaran kritis.
  19. Perbandingan sumber informasi gizi dan pola makan sehat (misalnya: buku, artikel ilmiah, media daring yang kredibel) untuk membangun pemahaman yang benar.: Peserta didik mampu membandingkan berbagai sumber informasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang, dengan menumbuhkan cinta kepada ilmu dan membangun penalaran kritis.
  20. Semangat menuntut ilmu dalam Islam: Peserta didik mampu mengemukakan pentingnya semangat keilmuan berdasarkan pemahaman ayat Al-Qur'an dan hadis, dengan menumbuhkan cinta kepada Ilmu untuk membangun Penalaran Kritis.
  21. Strategi peningkatan kualitas gerakan: Peserta didik mampu memperagakan strategi gerak yang efektif untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak, dengan menanamkan nilai cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai motivasi untuk berikhtiar maksimal. (Dimensi: Keimanan & Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa)
  22. Kepemimpinan dalam aktivitas gerak ritmik (misal: senam, tari): Peserta didik mampu menerapkan kepemimpinan dalam memimpin kelompok melakukan aktivitas gerak ritmik yang efektif, dengan menanamkan Cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama untuk membangun Kemandirian.
  23. Kolaborasi dalam merancang strategi gerak pertandingan simulasi: Peserta didik mampu menerapkan kolaborasi dalam kelompok untuk merancang strategi gerak yang efektif dalam situasi pertandingan simulasi, dengan menanamkan Cinta kepada Sesama untuk membangun Kolaborasi.
  24. Strategi peningkatan aktivitas jasmani (misal: jadwal rutin, variasi aktivitas).: Peserta didik mampu menjelaskan strategi peningkatan aktivitas jasmani secara berkelanjutan, sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah (cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya), serta menguatkan dimensi kemandirian.
  25. Pencegahan perilaku sedenter (misal: istirahat aktif, gerakan ringan saat duduk lama).: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan pencegahan perilaku sedenter dengan penuh kesadaran akan pentingnya kesehatan tubuh sebagai titipan ilahi (cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya), serta membangun dimensi kesehatan.
  26. Identifikasi jenis cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan (misalnya: keseleo, terkilir, luka terbuka, patah tulang sederhana).: Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan, dengan menanamkan cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta membangun kewargaan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan.
  27. Sabar menghadapi musibah dan ujian: Peserta didik mampu menguraikan makna sabar dalam menghadapi musibah dan ujian berdasarkan ayat Al-Qur'an dan hadis, dengan menginternalisasi nilai sabar sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya untuk membangun Keimanan & Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  28. Presentasi dan simulasi strategi gerak: Peserta didik mampu mengomunikasikan strategi gerak yang telah dipelajari dan dimodifikasi untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak, dengan menanamkan nilai cinta kepada sesama untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. (Dimensi: Komunikasi, Cinta kepada Sesama)
  29. Pengambilan keputusan kelompok dalam situasi permainan dinamis: Peserta didik mampu menerapkan pengambilan keputusan kelompok untuk menentukan strategi gerak paling efektif dalam menghadapi situasi permainan yang dinamis, dengan menanamkan Cinta kepada Ilmu untuk membangun Penalaran Kritis.
  30. Penerapan modifikasi peraturan dalam pertandingan persahabatan: Peserta didik mampu menerapkan hasil investigasi modifikasi peraturan dalam pertandingan persahabatan yang inklusif, dengan menanamkan Cinta kepada Sesama untuk membangun Kewargaan.
  31. Perancangan program aktivitas jasmani pribadi.: Peserta didik mampu merancang program aktivitas jasmani pribadi yang seimbang dan berkelanjutan, didasari rasa cinta kepada ilmu untuk kesehatan optimal dan tanggung jawab diri (cinta kepada ilmu dan diri sendiri), serta membangun dimensi kemandirian dan kesehatan.
  32. Komunikasi tentang gaya hidup aktif dan pencegahan perilaku sedenter.: Peserta didik mampu mengkomunikasikan pentingnya gaya hidup aktif dan pencegahan perilaku sedenter kepada orang lain, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian (cinta kepada sesama), serta mengembangkan dimensi komunikasi dan kewargaan.
  33. Praktik prosedur dasar pertolongan pertama (misalnya: RICE untuk cedera otot, membersihkan luka, menghentikan pendarahan sederhana) berdasarkan prinsip pertolongan pertama.: Peserta didik mampu mempraktikkan prosedur dasar pertolongan pertama untuk menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan, dengan menanamkan cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta membangun kemandirian dalam menghadapi situasi darurat.
  34. Integrasi nilai iman, takwa, toleransi, cinta tanah air, semangat keilmuan, dan kesabaran: Peserta didik mampu menyimpulkan keterkaitan antara iman, takwa, toleransi, cinta tanah air, semangat keilmuan, dan kesabaran dalam kehidupan berdasarkan pemahaman komprehensif ayat Al-Qur'an dan hadis, dengan mengintegrasikan semua nilai Panca Cinta untuk membangun Kemandirian dan Komunikasi yang efektif.

II. KEGIATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING

A. Pembiasaan Berkesadaran (Mindful Learning):
Tadarus Asmaul Husna, pembiasaan doa bersama, apersepsi keteraturan alam ciptaan Allah SWT, dan menata fokus belajar peserta didik.

B. Penyelidikan Bermakna (Meaningful Learning):
Peserta didik berdiskusi kelompok, menganalisis studi kasus nyata, mengaitkan dalil Al-Qur'an dengan realitas kehidupan peserta didik, dan memecahkan persoalan kritis.

C. Refleksi Menggembirakan (Joyful Learning):
Refleksi komitmen cinta ilmu, apresiasi presentasi karya kelompok, kuis interaktif, saling mendoakan dan penguatan karakter peserta didik madrasah.

III. ASESMEN & EVALUASI

1. Asesmen Awal (Diagnostik): Tanya jawab pemantik dan cek kesiapan belajar.
2. Asesmen Formatif: Observasi keaktifan diskusi, lembar kerja kelompok, dan unjuk kerja peserta didik.
3. Asesmen Sumatif: Tes tertulis HOTS dan penilaian portofolio produk pembelajaran.

Mengetahui,
Kepala MTsN 4 Cilacap



H. Sugeng Budiyono, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19720515 199803 1 004
Cilacap, 30 Oktober 2026
Guru Mata Pelajaran



Ust. H. Ahmad Fauzi, S.Pd.I
NIP. 19840315 201101 1 008